Nikmati Gudeg Kaleng Asli Jogja praktis dibawa liburan

gudeg kalenag

Nikmati gudeg kaleng asli Jogja

Gudeg semakin lama semakin digemari oelh para pecinta kuliner. Gudeg seakan sudah lekat dengan kota Jogja pasalnya gudeg adalah makanan khas dari Kota Jogja tersebut. Perpaduan rasa manis dan gurih menjadikan gudeg memiliki karakter tersendiri dan juga kuat yang dapat mewakili cita rasa dari Kota Khas Jogja

Tak hanya dimakan ditempat makan saja, banyak yang menjadikannya sebagai buah tangan atau oleh oleh untuk dibawa pulang untuk diberikan ke sanak saudara, jika kembali ke daerah asal selepas dari Kota Jogja.

Melihat peluang tersebut banyak yang terdorong dari beberapa pengusaha gudeg untuk menghadirkan gudeg kaleng yang mmapu bertahan lama jadi tak mudah basi, salah satu yang terkenal dengan gudeg kalengnya adalah gudeg Bu lies yang berada di sentra Wijilan Jogja.

Dalam keadaan nnormal atau dalam dikemas kendi atau besek, gudeg hanya mampu bertahan selama 24 jam saja atau 1 hari semalam saja. Jadi banyak wisatawan yang berasal dari luar daerah Jogja yang ingin membawanya pulang, tetapi terkendala dengan jarak. Dari sana Bu Lies ini mencoba menghadirkan Gudeg kaleng bertujuan agar dapat bertahan lama lebih dari 24 jam.

Putra dari Bu Lies tersebut mengatakan kalau Gudeg kaleng ini dapat bertahan hingga 1 Tahun lamanya.  Teknik pengawetan Gudeg kaleng tersebut di dapat  dari Laboratorium LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) di Gunung Kidul Jogjgkarta.

Sebelum mempunyai tempat dan peralatan sendiri, proses pengawetan gudeg dalam kaleng dilakukan di Laboratorium LIPI.  Saat itu sekitar ahun 2011, kemudian pada tahun 2012 mulai memproduksi sendiri gudeg kaleng tersebut.

Sebelum gudeg mengalami proses pengalengan, kuliner yang terbuat dari nangka muda atau yang biasa disebut dengan gori ini dimasak seperti gudeg pada umumnya. Perlu waktu sekitar satu hari satu malam atau 24 jam untuk nangka muda ini  menjadi sebuah gudeg.

Di dapur Bu lies yang berada di Jalan Wijilan no. 5 tersebut masih menggunakan cara tradisonal untuk memasak gudegnya seperti penggunaan kayu bakar untumk memasaknya.

Setelah proses pemasakan gudeg beserta menu yang selama ini melengkapi gudeg, seperti tahu, tempe, telur, dan ayam dan sambel goring krecek baru kemudian dimasukkan ke dalam kaleng. Akan tetapi proses pengalengan ini harus melalui beberapa tahap.

Sebelum kaleng digunakan untuk wadah gudeg harus disterilkan di suhu 100 derajat terlebih dahulu sekitar 10 menit, agar tak dapat bakteri atau virus yang bisa membuat gudeg cepat basi di dalam kaleng. Lalu kemudian gudeg dimasukkan kedalam kaleng

Sebelum ditutup, kaleng telah diisi gudeg kemudian dipanasakan dengan alat bertekanan 100 derajat yang biasanya dikenal dengan proses pasteurisasi, proses ini berlangsung selama 30-40 menit.

Setelah proses tersebut kaleng ditutup. Tetapi proses tidak berhenti disana. Kaleng gudeg harus menjalani proses pemanasan di alat bertekanan, dengan suhu lebih panas mencapai 12 derajat selama sekitar 40 menit.

Setelah itu kemudian kaleng gudeg di dinginkam denga cara direnda dengan air dingin. Proses yang panjang ini bertujuan agar membunuh bakteri yang membuat makanan cepat basi.

Setelah direndam dengan air dingin, kaleng gudeg tadi sbelum dijual kepada konsumen gudeg harus mengalami proses karantina selama 10 hari agar memastikan proses pengawetannya berhasil. Gudeg kaleng ini tak ada bahan tambahan dalam proses pengawetan tersebut jadi gudeg kaleng ini benar benar amam untuk dikonsumsi dan rasanya pun tidaklah berubah dari gudeg yang tidak diawetakn di dalam kaleng.

Jadi itu tadi penjelasan gudeg kaleng yang sungguh prajtis dan bisa dijadikan oleh oelh ke kampong halaman anda. terimakasih smeoga bermanfaat.

 

Facebook Comments

Please rate this